Thursday, April 9, 2026

Creating liberating content

L-Kompleks Tegaskan Akan Laporkan...

Makassar | Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) memastikan akan...

DPW LDII Sulsel Bersama...

POIN, Jakarta | Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kembali menggelar forum tertinggi organisasi,...

RDP DPRD Sulsel Ungkap...

POIN, Makassar | Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat dengar pendapat...

Aksi Mahasiswa UNM Minta...

POIN, Makassar  | Ratusan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar...
HomeLaw & CrimeL-Kompleks Bongkar Kejanggalan...

L-Kompleks Bongkar Kejanggalan Proyek Air Karalloe, Diduga Berpotensi Korupsi

Makassar – Proyek pembangunan jaringan air baku dari Bendungan Karalloe di Kabupaten Jeneponto mulai disorot, Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) menilai proyek senilai Rp27,1 miliar itu bukan sekadar terlambat, tetapi berpotensi menyimpan persoalan lebih jauh.

Sorotan itu muncul Berdasarkan data yang dihimpun L-Kompleks, pekerjaan dimulai pada 23 Februari 2024 dengan durasi 300 hari kalender. Artinya, proyek tersebut semestinya rampung pada akhir Desember 2024, namun, situasi di lapangan berkata lain.

“Kalau mengacu pada kontrak, ini lewat dari batas waktu, tapi pekerjaan belum juga tuntas sesuai pada jadwal yang tertuang,” kata Sekretaris Jenderal L-Kompleks, Ruslan Angkel Rahman, Rabu (8//4/2026, Ia menilai kondisi itu sulit dianggap sebagai keterlambatan biasa. “Kami melihat ada indikasi masalah dalam pelaksanaannya.”

See also  4 Perkara Dari Kejari di Sulsel Permohanan RJ nya Disetujui

Proyek ini berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, pelaksana pekerjaan adalah PT Bangun Konstruksi Jaya, dengan PT Cakra Gatra Utama bertindak sebagai konsultan supervisi.

L-Kompleks kini mulai menelusuri lebih dalam, sejumlah bukti tambahan untuk membandingkan progres fisik dengan realisasi anggaran guna melanjutkan pelaporan ke penegak hukum.

“Kami tidak menutup kemungkinan ada ketidaksesuaian pekerjaan, mark-up, atau bahkan potensi kerugian negara, Itu yang sedang kami dalami, dan kalau temuan tersebut mengarah ke dugaan korupsi kami pasti lanjutkan ke tingkap pelaporan hukum” ujar Angkel.

Di sisi lain, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang diminta memberi penjelasan terbuka, terutama terkait status kontrak proyek apakah telah diperpanjang atau justru dibiarkan melampaui batas waktu tanpa kejelasan.

See also  RDP DPRD Sulsel Ungkap Dugaan Kekeliruan Hukum dalam PTDH Mantan Kepala SMAN 5

Bagi L-Kompleks proyek ini bukan sekedar soal infrastruktur jaringan air baku yng menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terutama di wilayah yang masih rentan terhadap krisis air.

“Jangan sampai proyek seperti ini dikelola sembarangan, apalagi jika ada penyimpangan, kami akan kawal sampai tuntas” tegas Angkel.

(Anri S)

Get notified whenever we post something new!

spot_img

Create a website from scratch

Just drag and drop elements in a page to get started with Newspaper Theme.

Continue reading

L-Kompleks Tegaskan Akan Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Bengkel Disdik Sulsel

Makassar | Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) memastikan akan segera melaporkan dugaan penyimpangan proyek pembangunan ruang praktek teknik kendaraan dan pengadaan alat bengkel milik Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan ke aparat penegak hukum. Langkah ini diambil...

DPW LDII Sulsel Bersama 22 DPD Hadiri Munas X LDII 2026

POIN, Jakarta | Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kembali menggelar forum tertinggi organisasi, Musyawarah Nasional (Munas) X, yang berlangsung pada 7–9 April 2026 di Grand Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur. Forum lima tahunan ini menjadi momentum strategis untuk...

RDP DPRD Sulsel Ungkap Dugaan Kekeliruan Hukum dalam PTDH Mantan Kepala SMAN 5

POIN, Makassar | Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah pihak guna membahas polemik pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) mantan Kepala SMAN 5 Makassar, Muhammad Yusran. Rapat tersebut dipimpin oleh Sofyan Syam dari...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.