Sunday, February 15, 2026

Creating liberating content

RDP DPRD Sulsel Ungkap...

POIN, Makassar | Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat dengar pendapat...

Aksi Mahasiswa UNM Minta...

POIN, Makassar  | Ratusan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar...

L-Kompleks Gugat Sejumlah SMAN...

POIN, Makassar | Upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik di lingkungan pendidikan kembali diuji....

Rapat Panitia SLC Regional...

POIN, Makassar | Panitia Scout Leadership Camp (SLC) Regional 2025 menggelar rapat persiapan...
HomeUncategorizedUpaya Mencegah Stunting,...

Upaya Mencegah Stunting, Pemberian Makanan Begizi Pada Anak di Era Modern

POIN, Parepare | Stunting adalah kondisi yang di tandai dengan kurangnya tinggi badan anak di bandingkan dengan anak- anak seusianya, dengan kata lain stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak. Stunting dapat di sebabkan berbagai faktor, namu faktor utamanya adalah kurangnya asupan gizi selama anak dalam masa pertumbuhan. Dalam masa pertumbuhan yang di maksud adalah saat anak mulai dari dalam kandungan ibunya hingga ia lahir. Hal ini dapat terjadi jika ibu hamil sering mengonsumsi makanan yang tidak mengandung banyak nutrisi, seperti makanan cepat saji. Selain ibu hamil, sama halnya dengan ibu menyusiu yang kurang mengonsumsi makanan bergizi juga akan menyebabkan terjadinya stunting pada anak.

See also  PERAK Cium Aroma Korupsi di DPRD Sulsel

Pada era modern ini, terdapat banyak makanan cepat saji yang sangat diminati semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sekalipun. Makanan cepat saji memanglah enak dan lebih praktis jika ingin di bandingkan dengan makan yang di masak sendiri. Oleh sebab itu semua kalangan akan lebih meminati makanan cepat saji di bandingkan dengan makanan yang di masak sendiri di rumah namun memiliki lebih bayak nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh.

Ibu hamil dan ibu menyusui, sebaikya mengonsumsi makanan yang bergizi dibandingkan dengan makanan cepat saji, boleh sesekali namun tidak di anjurkan jika terlalu sering karena akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak, terlabih lagi di era sekarang yang sangat mudah untuk mendapatkan makanan cepat saji yang enak. Pada era mordern ini banyak sekali ibu muda yang kurang memperhatikan gizi pada anak dengan memberikan akan makana cepat saji dan jarang memberikan makana bergizi dikarenakan anak tidak mengukai makanan tersubut, contohnya banyak akan yang tidak mengukai sayur hijau, ikan, dan lain sebagainya. Anak lebih memilih makanan instan cpntonya mie instran dan lain sebagainya.

See also  Pertemuan Isteri Purnawirawan Pengurus Pepabri

Mencegah stunting dengan memberikan ASI eksklusif dapa bayi hingga berusia 6 bukan, pemberian ASI eksklusif pada anak yang berusia 6 bulan akan memberikan gizi yang baik pada pada masa perumbuhan bayi, dan memberikan MPASI yang bergizi pada anak di atas 6 bulan akan membantu ASI dalam memberikan gizi pada anak, memantau perkembangan anak dengan rutin membawa ke posyandu secara berkala, tidak terlalu sering atau di sarankan tidak memberikan anak makanan cepat saji. (**)

Get notified whenever we post something new!

spot_img

Create a website from scratch

Just drag and drop elements in a page to get started with Newspaper Theme.

Continue reading

RDP DPRD Sulsel Ungkap Dugaan Kekeliruan Hukum dalam PTDH Mantan Kepala SMAN 5

POIN, Makassar | Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah pihak guna membahas polemik pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) mantan Kepala SMAN 5 Makassar, Muhammad Yusran. Rapat tersebut dipimpin oleh Sofyan Syam dari...

Aksi Mahasiswa UNM Minta Pengembalian Prof. Kartajayadi Sebagai Rektor UNM

POIN, Makassar  | Ratusan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Phinisi UNM, Gunung Sari Makassar, Jumat (28/11/2025). Aksi ini dipicu oleh penonaktifan Prof. Kartajayadi yang tengah menjalani proses indisipliner ASN terkait dugaan...

L-Kompleks Gugat Sejumlah SMAN di Makassar ke Komisi Informasi Sulsel

POIN, Makassar | Upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik di lingkungan pendidikan kembali diuji. Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) melalui sekjend nya menyatakan akan segera mengajukan sengketa informasi ke Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Selatan, setelah belasan Sekolah...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.